PRAMUKA DAN DENDAM

Assalamualaikum, dan selamat malam para pembaca sekalian
Tepat hari ini, 58 tahun yang lalu, apa yang kita
Kenal sebagai Pramuka terbentuk. Lantas, apa itu Pramuka?
Pramuka, atau akronim dari Praja Muda Karana, adalah organisasi kepanduan Indonesia yang dibentuk pada 14 Agustus 1961. Seperti gerakan kepanduan lainnya, Pramuka mendidik para anggotanya agar menjadi pribadi yang disiplin, peduli terhadap alam & sesama, serta bertanggung jawab. Pramuka juga mengajarkan banyak simpul, membangun tenda, baris-berbaris, kode, dan banyak lagi. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan di Pramuka. Dan karena itulah, Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib di kebanyakan sekolah.
Namun saat ini, Pramuka mendapat stigma negatif dari sebagian para murid sekolah. Stigma tersebut muncul karena tingkat senioritas yang cukup tinggi, dan metode pelatihan yang diberikan senior cukup "ekstrim". Meskipun tidak semua sekolah memiliki pelatihan yang "ekstrim", namun kasus pelatihan "ekstrim" yang bertebaran di internet sepertinya cukup untuk membuat para siswa parno untuk masuk ekstrakurikuler Pramuka. Padahal, Pramuka memiliki banyak sekali manfaat didalamnya.
Siapakah yang bertanggung jawab atas stigma buruk tersebut?
Senior yang memberi pelatihan? Sepertinya tidak. Mereka hanya memberikan pelatihan yang sama seperti apa yang ia dapatkan dulu (meskipun itu salah, dan mereka hanya melampiaskan dendam).
Pemerintah yang seakan "memaksa" murid masuk pramuka? Ah tidak. Justru Pramuka sangat dibutuhkan untuk membentuk moral siswa
Atau, netizen yang menyebarkan video dan berita buruk tentang Pramuka? Sepertinya tidak. mereka hanya menyebarkan apa yang menurut mereka benar (walau masih simpang-siur kebenarannya)
Yang harus dilakukan saat ini adalah memutuskan rantai dendam yang sudah terbangun selama ini. Dengan begitu, stigma buruk tentang Pramuka perlahan akan menghilang, dan Pramuka akan mendapatkan kembali minat para siswa.
Terimakasih telah menyempatkan diri untuk membaca.
Assalamualaikum, dan selamat malam.
Salam Pramuka!

Comments